Proses pengambilan senter kepala dari toko yang ada di Kelurahan Bombonawulu.


Divisi88news.com, Buton Tengah, Sultra - Kepala Desa (Kades) Lowulowu, Kecamatan Gu, Karim Wendo bersama Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) merasa kaget setelah membaca isi berita sebelumnya yang berjudul 'Warga Lowulowu Merasa Dibohongi, Senter Pengadaan Dana Desa Tahun 2025 Diduga Tak Sesuai Spesifikasi' yang terbit pada Kamis malam 15 Januari 2026.

Beberapa saat setelah terbitnya berita tersebut, awak media ini langsung menghubungi Kades Lowulowu melalui pesan WhatsApp untuk memberikan hak jawab demi keberimbangan berita.


Klarifikasi TPK Desa Lowulowu

Menyikapi isi pemberitaan tersebut, Ketua TPK Desa Lowulowu, Anwar La Teeni juga sangat kaget dan ikut angkat suara untuk memberikan klarifikasi.

"Kami juga dari Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) merasa kaget dengan pemberitaan tersebut sebab kami juga baru mengetahui setelah munculnya pemberitaan tersebut," ujarnya dalam keterangannya pada Jumat, (16/1/2026).

Anwar La Teeni juga menjelaskan bahwa terkait dengan pengadaan senter tersebut mamang benar bersumber dari Dana Desa dengan pagu Anggaran Rp. 39.097.000,- yang di mana anggaran ini diperuntukan untuk nelayan.

"Kami selaku Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) hanya melakukan pembelian ke pihak toko sesuai dengan harga yang disepakati, dengan jumlah senter 150 unit dan daya 150 Watt," jelasnya.

Proses pemuatan senter kepala untuk disalurkan kepada masyarakat Desa Lowulowu.


Ketua TPK Desa Lowulowu juga menjabarkan, pada saat pengambilan dan pemeriksaan barang dengan pihak toko, TPK mengaku turut melibatkan Ketua BPD, Sekretaris Desa, Aparat Desa dan beberapa tokoh masyarakat lainya.

TPK juga mengatakan bahwa hal itu sudah sesuai dengan spesifikasi barang dengan jumlah senter 150 unit dan daya 150 Watt.

"Untuk menjaga unsur kehati-hatian, kami belum pernah melihat barang tersebut ke pihak toko, sebab kami belum melunasi pembayaran sesuai dengan kesepakatan harga dengan pihak toko, nanti setelah kami sudah melunasi harga barang ke pihak toko baru kami berani melihat dan mengambil barang tersebut, dan saat mengambil barang tersebut kami melibatkan ketua BPD, Sekretaris Desa, Aparat Desa dan beberapa tokoh Masyarakat lainnya," kata Anwar La Teeni.

"Kemudian berbicara terkait spesifikasi yang dikatakan dalam berita media online tersebut, itu tidak benar bahwa yang kami janjikan senter dengan daya 150 Watt. Pernyataan itu disampaikan langsung oleh pihak toko ke kami bahwa dengan jumlah dana yang sudah disepakati itu bisa mendapatkan senter dengan daya 150 Watt, sekali lagi itu bukan pernyataan kami, namun itu pernyataan dari pihak toko dan kami hanya meneruskan ke masyarakat," sambungnya.


Klarifikasi Pemilik Toko

Pemilik toko di Kelurahan Bombonawulu, La Madidu menuturkan bahwa ia baru mengetahui informasi tersebut setelah beredarnya informasi dari pemberitaan media online.

"Sebagai penjual, saya hanya melakukan penjualan sesuai dengan kesepakatan kami dengan Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa Lowulowu dengan jumlah barang 150 unit dengan daya 150 Watt," tuturnya.

"Terkait dengan pemberitaan di salah satu media online bahwa label yang tertera dalam bungkusan senter tersebut adalah tidak benar, karena pada saat pemesanan barang ke salah satu toko di Surabaya itu sudah sesuai dengan spesifikasi yang ada dalam gambar yaitu 150 Watt dan itu yang saya sampaikan ke pihak TPK Desa Lowulowu," tambahnya.


Klarifikasi Kepala Desa Lowulowu

Terkait informasi yang tertulis pada pemberitaan sebelumnya tentang pengadaan senter kepala diperuntukkan bagi nelayan yang diduga tidak sesuai dengan spesifikasi yang sudah ditentukan, Kepala Desa Lowulowu, Karim Wendo membantah bahwa itu tidak benar.

"Memang benar terkait pengadaan senter kepala tersebut barsumber dari Dana Desa Tahun Anggaran 2025, dengan nilai pagu anggaran Rp. 39.097.000,- namun semua ini saya sudah serahkan kepada TPK selaku pelaksana pengadaan barang," kata dia.

Terkait dengan spesifikasi barang, Kepala Desa Lowulowu mengaku secara pasti tidak melihat secara langsung, sebab saat pengambilan barang oleh TPK ke pihak toko ia sedang berada di luar kota.

"Namun sebelum dibagikan ke masyarakat saya sudah melihat senter tersebut bertuliskan 150 Watt, dan tidak tahu kalau ada stiker tertuliskan 50 Watt itu, dengan hal ini saya juga merasa kaget setelah viral di salah satu media," ujarnya.

Tampak Kepala Desa Lowulowu, Karim Wendo (baju putih PDH) saat sesi foto bersama warga penerima bantuan senter kepala.


Karim Wendo juga memaparkan, terkait dengan pengadaan senter yang prioritasnya untuk nelayan, dalam pembahasan APBDes 2025 Pemerintah Desa Lowulowu tidak mencantumkan spesifikasi merek atau besarnya daya senter tersebut.

"Disitu hanya ditetapkan dalam rapat Musrenbang senter nelayan, jika TPK dibawah pengawasan saya bisa mendapatkan spesifikasi senter dengan daya 150 Watt dengan pagu anggaran yang ada, mamang tidak akan mencukupi," paparnya.

Kepala Desa Lowulowu, Karim Wendo juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Desa Lowulowu agar tetap tenang dan tidak terprovokasi dengan berbagai isu miring yang dihembuskan oleh oknum-oknum yang tidak senang terhadap kepemimpinannya saat ini.

"Saya harap masyarakat Desa Lowulowu tetap tenang, jangan terpancing dan berbagai macam isu provokatif. Kami juga selalu bekerja dengan transparan dan adil, kami sesuaikan dengan kemampuan anggaran dalam setiap tahun maupun tahapan setiap program. Pada intinya saya selaku Kepala Desa juga selalu berusaha bekerja maksimal untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. Kalau pun menurut masyarakat saya salah, silahkan ingatkan dan berikan kritik, saya selalu terbuka dan siap menerima kritikan untuk perbaikan dan kemajuan Desa kita," imbaunya.

"Melalui kesempatan ini, saya juga mengajak seluruh masyarakat Desa Lowulowu, abaikan oknum-oknum yang sakit kepala, biarkan mereka terus menghujat, tapi mari kita terus bersatu dan bahu-membahu mendukung program pembanguan Pemerintah Desa, maupun Program Pemerintah Daerah Kabupaten Buton Tengah demi kemajuan kita bersama," ujar Karim Wendo.


Klarifikasi Kepala Dusun Labutolo

Menyikapi isi berita yang viral tersebut, Kepala Dusun Labutolo, Udiani juga ikut angkat bicara, ia menyebutkan bahwa warganya yang menerima bantuan senter kepala berjumlah 21 orang.

"Saat kita melakukan pembagian senter kepala ke masyarakat semua merasa senang, dan tidak ada yang komplain bahkan setelah pemberitaan viral ini muncul," ungkapnya.


Klarifikasi Kepala Dusun Langkule

Kepala Dusun Langkule, Jamaluddin Wendo menyebutkan bahwa ada 32 orang warganya yang menerima bantuan senter kepala.

"Dan pembagian itu kita ratakan semua dapat, sesuai permintaan dan profesi mereka, dan mereka juga merasa puas dengan pengadaan senter yang diberikan kepada mereka," ujarnya.


Klarifikasi Kepala Dusun Laoda

Kepala Dusun Laoda, La Kaji juga turut membeberkan bahwa terdapat 44 orang warganya yang telah menerima bantuan pengadaan senter kepala.

"Terkait spesifikasi barang, seingat saya pada saat penetapan APBDes 2025 dalam pengadaan senter tidak dicantumkan spesifikasi barang, merk maupun besaran wattnya, hanya saja yang disepakati dalam rapat Musrenbang hanya pengadaan senter untuk nelayan," kata dia.


Klarifikasi Kepala Dusun Lowulowu

Menurut Kepala Dusun Lowulowu, Jamaluddin mengatakan bahwa warganya yang mendapatkan bantuan senter kepala sebanyak 53 orang. Ia juga bersaksi bahwa untuk spesifikasi barang dalam rapat APBDes tidak di cantumkan.

"Hanya disampaikan saja pengadaan senter untuk nelayan, pada saat rapat dengan TPK memang hari itu TPK katakan bahwa, kami disampaikan oleh pihak toko bahwa sesuai dengan kesepakatan harga, saya bisa dapatkan merk senter dengan daya 150 Watt," ucapnya.


Klarifikasi Masyarakat Dusun Labutolo

Warga Dusun Labutolo, Ilham juga ikut buka suara, ia tidak mempersoalkan spesifikasi, karena menurutnya yang dibutuhkan olehnya adalah asas manfaat dari senter kepala tersebut.

"Saya sudah dapat senternya, terkait spesifikasi saya tidak peduli, saya juga bersyukur bisa dikasih bantun, yang penting senternya terang dan sangat membantu saya saat ke laut," ungkapnya.


Klarifikasi Masyarakat Dusun Langkule

Warga Dusun Langkule, Herman secara pribadi merasa sangat bersyukur karena telah diberikan bantuan senter yang nyalanya terang.

"Menurut saya sebenarnya apa yang kita mau cari, dayanya ka atau terangnya, kalau senter yang saya dapat ini sangat terang dan membantu saya menyuluh di laut," ujarnya.


Klarifikasi Masyarakat Dusun Laoda

Warga Dusun Laoda, Fendi mengaku merasa senang dengan bantuan senter kepala yang telah diterimanya.

"Senternya terang dan bisa digunakan di laut dan di darat. Kalau spesifikasi atau daya itu saya tidak peduli yang penting kita sudah diberikan bantuan," tuturnya.


Klarifikasi Masyarakat Dusun Lowulowu

Warga Dusun Lowulowu, La Uke membeberkan bahwa masyarakat harusnya bersyukur dengan adanya senter bantuan dari Pemerintah Desa Lowulowu. 

"Jadi kita harus terima yang penting barangnya bermanfaat kalau kita gunakan, kemudian senternya juga terang, pada saat hari pembagian senter, malamnya langsung saya turun ke laut dan hasilnya alhamdulillah," bebernya.

"Kalau ada masyarakat yang lain komplen itu karena mereka dari dulu tidak suka dengan Pemerintah Desa Lowulowu, jadi mereka cari-cari terus kesalahannya pemerintah desa, dan saya lihat mereka itu memang tidak pernah bersyukur walaupun mereka sudah dapat bantuan berkali-kali," tambahnya mengakhiri pembicaraan. (**)