TpdiTpMpGSY0GSMiBSd6BUM7TA==

Breaking News:

00 month 0000

Diduga Kelalaian Administrasi, Pembayaran Pajak Lima Tahunan (Ganti Plat) di Samsat Pemalang Tetap Tercatat Menunggak

Redaksi
Font size:
12px
30px
Print

Divisi88news.com, Pemalang, Jateng - Seorang Warga Kabupaten Pemalang, Provinsi Jawa Tengah (Jateng) mengaku kaget saat ia hendak membayar pajak kendaraan sepeda motor tahunan. Hal itu diketahui saat warga tersebut melakukan cek biaya pajak melalui aplikasi sakpole. 

Izul, pemilik honda vario berplat nomor G-5534-UW  sempat bingung lantaran saat dicek di aplikasi sakpole, ada keterangan tunggakan sekitar 1 tahun. 

Padahal pada awal Januari 2025 ia sudah melakukan proses pembayaran pajak 5 tahunan atau yang biasa disebut masyarakat dengan istilah ganti plat, dengan dibantu keponakannya bernama Fahri yang langsung datang mengurus ke Samsat Kabupaten pemalang pada awal Tahun 2025.

Pada Senin 5 Januari 2026, Izul yang bekerja di ibukota sempat kaget dan mencoba menghubungi keponakannya fahri yang ada di kampung halaman, terkait adanya kejanggalan tunggakan pajak tersebut. 

Menurut Fahri, bahwa dirinya sudah melakukan prosedur perpanjang 5 tahunan di samsat pemalang sesuai arahan petugas. 

“Saya ingat betul waktu itu saya ngurus ganti plat motor om saya, saya lakukan sesuai prosedur resmi, karena motor itu atas nama istri om saya, jadi lengkap ada KTP asli, diurus langsung tanpa calo,” jelas Fahri. 

Ia juga menceritakan secara detil proses saat mengurus pergantian plat motor tersebut. 

“Ya itu kan setahun lalu ya, jadi saya ikutin prosedur resmi dari samsat, pertama saya ke fotokopi, terus antri di cek rangka & mesin, terus saya masuk ke ruangan pertama yang ngisi sejenis formulir itu. Terus saya baru dapat nomer antrian dari satpam, lanjut ke loket penyerahan berkas, terus di panggil di tahap satu untuk membayarkan sejumlah nominal uang, terus saya nunggu lagi sampai STNK & Plat Baru nya jadi. Setelah itu ya saya pulang karena sudah selesai dan saya serahkan ke tante saya yang istrinya om saya itu," rinci Fahri. 

Fahri mengaku kaget saat saat diminta untuk bayar pajak tahunan, ternyata ada tunggakan. 

“Ya saya heran lah, jelas-jelas saya sudah bayar pajak sesuai prosedur tahun lalu, ko sekarang ada tunggakan. Kan sangat janggal," kesal Fahri. 

Menurut Fahri, Izul sempat melakukan aduan ke Bapenda Jateng pada Senin siang (5/1/2026) melalui nomor resmi dari aduan tersebut, pihak Bapenda Jateng mengarahkan untuk konfirmasi ke Samsat yang bersangkutan. 

“Kejadian semacam ini sangat merugikan saya, waktu saya harus tersita untuk bolak-balik ke Samsat Pemalang karena kelalaian petugas. Padahal waktu awal tahun itu, fisik kertas STNK juga tidak langsung jadi, dan baru jadi sekitar pertengahan tahun 2025,akhirnya saya harus 2 kali kerja kesitu, itupun saya sudah harus rugi waktu lagi karena pihak samsat yang tidak bisa langsung memberikan kertas fisik STNK nya. Dan ini harus ke Samsat lagi untuk konfirmasi kejanggalan tunggakan ini,” Papar fahri. 

Padahal menurut Fahri, jarak dari Bodeh ke Samsat Pemalang butuh waktu kurang lebih 1 jam, dengan kondisi perjalanan yang melelahkan karena kondisi jalan yang banyak berlubang. 

“Apalagi saya harus rugi meninggalkan waktu pekerjaan saya di Kajen Kabupaten Pekalongan, kerugian yang saya alami cukup besar,” pungkasnya.  

Saat mencoba konfirmasi langsung ke Samsat Pemalang pada selasa 6 Januari 2026 sekitar pukul 10.00 WIB, Fahri diarahkan oleh petugas yang berjaga di pintu masuk untuk dipertemukan dengan petugas bernama Zia.

Menurut Fahri, Zia sempat memberikan beberapa klarifikasi diantaranya adalah adanya kelalaian dari pihak kasir yang bertugas waktu itu. Namun pihaknya enggan untuk dimintai klarifikasi secara resmi atas kelalaian dari pihak Samsat Pemalang. 

"Ya petugasnya sempat kasih penjelasan panjang kali lebar kali tinggi, dan diantaranya sempat menyebutkan bahwa memang ada kelalaian dari pihak kasir yang bertugas waktu itu. Tapi ya udah cuma minta maaf aja, gak ada tanggung jawab atas kesalahan yang dilakukan pihak Samsat. Padahal saya sudah dirugikan bolak-balik hanya gara-gara kelalaian pihak Samsat," jelas fahri dengan raut wajah kecewa atas pelayanan pihak Samsat Pemalang.

(Aziz)

Baca juga:

0Komentar