Divisi88news.com, Buton Tengah, Sultra - Komandan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Danyonif TP) 870/Sangia Wambulu, Letnan Kolonel (Letkol) Inf. Andi Gumilang, telah memberikan pengarahan di hadapan ratusan anggotanya di ruangan Marshalling Area, Senin (5/1/2026) kemarin.
Kegiatan seperti itu rutin dilakukan dengan tujuan untuk pembinaan mental dan sikap para prajurit agar terhindar dari perilaku yang menjurus pada pelanggaran kode etik, moral, norma, maupun peraturan hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Letkol Inf. Andi Gumilang juga menegaskan agar para prajurit Yonif TP 870/Sangia Wambulu selalu menjunjung tinggi dan memegang teguh prinsip Sapta Marga, Delapan Wajib TNI, serta Sumpah Prajurit.
"Sapta Marga, Delapan Wajib TNI, dan Sumpah Prajurit itu ibarat napas dan denyut nadi yang harus mengalir dalam setiap sendi kehidupan prajurit TNI," tegasnya.
Pria dengan pangkat dua bunga ini juga mengingatkan agar para prajurit tidak boleh melanggar norma-norma yang telah menjadi pedoman bagi seorang prajurit."Tidak ada tawar-menawar bagi seorang prajurit, setiap bentuk pelanggaran baik yang berat maupun yang ringan sekalipun maka harus dibayar mahal dengan sanksi, sesuai dengan tingkat atau kategori pelanggarannya," ujarnya.
Letkol Andi Gumilang juga membeberkan, sanksi terberat itu adalah pidana penjara dan disertai Pemberhentian Dengan Tidak Hormat (PDTH) atau pemecatan/pengakhiran masa dinas.
"Ini adalah peringatan bagi kalian para prajurit, jangan coba-coba melanggar aturan, karena tidak ada ampun dan tidak ada toleransi, meskipun kami selaku pimpinan tetapi kalau kami terbukti bersalah maka tetap kami juga bisa diproses bahkan bisa dipecat dari kedinasan," bebernya.
Di akhir penyampaiannya, Letkol Andi Gumilang menekankan kepada semua anggota Yonif TP 870/Sangia Wambulu agar terus menjaga hubungan baik dengan masyarakat maupun instansi lainnya yang ada di Kabupaten Buton Tengah.
"Jangan sekali-kali melukai hati dan perasaan masyarakat, karena mengembalikan kepercayaan masyarakat yang sudah terluka hatinya itu tidak semudah yang dibayangkan, TNI lahir dari rakyat dan hadir untuk rakyat. Kita sangat harapkan kehadiran Yonif TP 870/Sangia Wambulu bisa memberikan dampak positif kepada masyarakat sekitar," tutupnya.
(Anto Buteng)


0Komentar