Divisi88News.com , BUNGO - Upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor pertambangan kembali diperkuat melalui penyelenggaraan Uji Kompetensi Pelatihan Dan Sertifikasi Survei Tambang Bawah Tanah Untuk Masyarakat Provisi Jambi Tahun 2026 yang dilaksanakan di Kabupaten Bungo. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam menjawab kebutuhan tenaga kerja kompeten di bidang pertambangan, khususnya pada sektor survei tambang bawah tanah yang menuntut ketelitian tinggi, kemampuan teknis yang mumpuni, serta pemahaman mendalam terhadap aspek keselamatan kerja.
Kegiatan pelatihan ini merupakan hasil kolaborasi antara Balai Diklat Tambang Bawah Tanah Sawahlunto dengan Program Studi Teknik Pertambangan Universitas Muara Bungo. Sinergi ini menunjukkan komitmen bersama dalam mengintegrasikan pendidikan, pelatihan, dan kebutuhan industri guna mencetak tenaga kerja yang siap pakai dan memiliki daya saing tinggi.
Pelatihan dilaksanakan selama 10 hari, mulai tanggal 6 sampai dengan 16 April 2026. Dari keseluruhan waktu tersebut, 9 hari difokuskan pada pembelajaran teori dan praktik lapangan secara intensif, sedangkan 1 hari terakhir digunakan untuk pelaksanaan uji kompetensi. Uji kompetensi ini dilaksanakan berdasarkan standar Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), sehingga peserta yang dinyatakan lulus akan memperoleh sertifikat kompetensi yang diakui secara nasional.
Seluruh peserta yang mengikuti kegiatan ini merupakan masyarakat Provinsi Jambi yang dibuktikan dengan kepemilikan Kartu Tanda Penduduk (KTP) wilayah Jambi. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa program ini dirancang untuk memberdayakan tenaga kerja lokal agar mampu berperan aktif dalam sektor pertambangan di daerahnya sendiri.
Pada kegiatan ini, jumlah peserta yang mendaftar sebanyak 20 orang. Seluruh peserta kemudian melalui proses seleksi yang bertujuan untuk memastikan bahwa mereka memiliki kesiapan dasar serta memenuhi kualifikasi yang telah ditetapkan, sehingga pelaksanaan pelatihan dapat berlangsung secara efektif dan berkualitas.
Materi pelatihan disusun secara komprehensif, mencakup pembelajaran teori di kelas dan praktik lapangan. Pada sesi teori, peserta dibekali dengan pengetahuan dasar survei tambang bawah tanah, teknik pengukuran, penggunaan alat survei seperti total station, serta pemahaman mengenai keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Materi ini menjadi fondasi penting sebelum peserta terjun langsung ke lapangan.
Sementara itu, pada sesi praktik lapangan, peserta melakukan kegiatan pengukuran langsung di area simulasi. Kegiatan ini meliputi pengambilan data koordinat, pengukuran jarak dan sudut, serta pemetaan kondisi lapangan secara detail. Praktik ini bertujuan untuk melatih keterampilan teknis peserta sekaligus meningkatkan ketelitian dan kemampuan analisis mereka.
Menariknya, data hasil pengukuran yang diperoleh selama praktik lapangan tidak hanya berhenti pada tahap pencatatan manual, tetapi juga diolah menggunakan perangkat lunak (software) pengolahan data survei. Proses ini melibatkan penginputan data lapangan ke dalam sistem digital, pengolahan koordinat, hingga penyusunan peta hasil survei yang lebih akurat dan sistematis.
Penggunaan perangkat lunak dalam pengolahan data ini menjadi nilai tambah tersendiri dalam pelatihan, karena peserta tidak hanya memahami proses pengukuran secara konvensional, tetapi juga mampu mengikuti perkembangan teknologi digital yang saat ini banyak digunakan dalam industri pertambangan. Dengan demikian, peserta diharapkan memiliki kompetensi yang lebih lengkap, baik secara manual maupun digital.
Acara pembukaan pelatihan dihadiri oleh perwakilan Dinas Pendidikan, Dinas Lingkungan Hidup, jajaran pimpinan Yayasan Pendidikan Mandiri Muara Bungo, pimpinan Universitas, para dekan dan pimpinanan di lingkungan Fakultas Teknik Universitas Muara Bungo. Kehadiran berbagai pihak ini menunjukkan adanya dukungan penuh terhadap pengembangan SDM di sektor pertambangan
.Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Rektor Universitas Muara Bungo, Dr. Syafrialdi, S.Pi., M.Si. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan dukungan penuh terhadap kegiatan pelatihan dan uji kompetensi ini sebagai bagian dari upaya mencetak tenaga kerja profesional.
“Kami sangat mendukung dan mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini. Pelatihan dan uji kompetensi seperti ini sangat penting dalam menghasilkan sumber daya manusia yang unggul, kompeten, dan siap bersaing di dunia kerja,” ujarnya.
Perwakilan penyelenggara dari Balai Diklat Tambang Bawah Tanah, Ibu Oktavia Azra, S.T., juga menyampaikan harapannya agar kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi peserta.
“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi para peserta, baik dalam peningkatan kompetensi, kesiapan kerja, maupun dalam menghadapi tantangan di sektor pertambangan,” ungkapnya.
Ketua Panitia Pelaksana, Desmawita, S.T., M.T., dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini.
“Pelatihan ini bukan hanya tentang peningkatan keterampilan teknis, tetapi juga tentang pembentukan karakter. Peserta dituntut untuk memiliki ketelitian, kedisiplinan, serta tanggung jawab tinggi dalam setiap proses yang dijalani,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa proses pelatihan ini tidak mudah, karena menuntut peserta untuk mampu memahami materi secara teori sekaligus mengaplikasikannya di lapangan. Oleh karena itu, komitmen dan kesungguhan peserta menjadi faktor utama dalam keberhasilan pelatihan ini.
Memasuki tahap akhir, seluruh peserta mengikuti uji kompetensi yang dilaksanakan sesuai dengan standar BNSP. Uji kompetensi ini mencakup penilaian aspek pengetahuan, keterampilan, serta sikap kerja peserta dalam melakukan kegiatan survei tambang bawah tanah.
Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, pelaksanaan uji kompetensi ini secara resmi ditutup pada hari Kamis, 16 April 2026, pukul 17.15 WIB oleh perwakilan Rektor Universitas Muara Bungo, Ibu Devita Diniati, S.P.
Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini dengan baik dan lancar.
“Kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam kegiatan ini. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat yang besar bagi para peserta dan menjadi bekal penting dalam dunia kerja,” ujarnya.
Beliau juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, sehingga semakin banyak masyarakat yang memiliki kompetensi dan daya saing di sektor pertambangan.
Setelah melalui rangkaian uji kompetensi yang dilaksanakan sesuai standar yang ditetapkan, sebanyak 14 orang peserta dinyatakan lulus dan kompeten. Lebih dari itu, peserta diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang mampu mendorong praktik pertambangan yang baik, benar, aman, dan berkelanjutan.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang peningkatan keterampilan, tetapi juga menjadi sarana pembentukan pola pikir dan kesiapan mental peserta dalam menghadapi tantangan di dunia industri. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan akan lahir tenaga kerja lokal yang profesional, kompeten, dan mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional.
Dengan demikian, pelatihan dan sertifikasi ini menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan sektor pertambangan di Provinsi Jambi, sekaligus memperkuat peran masyarakat lokal dalam mengelola sumber daya alam secara bijak dan berkelanjutan. (TK)
0Komentar