TpdiTpMpGSY0GSMiBSd6BUM7TA==

Breaking News:

00 month 0000

Bakal Hadirkan Wamen P2MI di Acara Pelantikan Pengurus, Ketua PD Pemuda Muhammadiyah Buteng Kunjungi Bupati

Redaksi
Font size:
12px
30px
Print
Ketua PD Pemuda Muhammadiyah Buton Tengah, Arman, S.Pd (ke-2 dari kiri) dan jajaran pengurus, saat pose bersama Bupati Buteng Dr. H. Azhari, S.STP., M.Si (ke-3 dari kiri).

Divisi88news.com, Buton Tengah, Sultra - Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Buton Tengah (PDPM Buteng) terpilih, Arman, S.Pd yang didampingi beberapa jajaran pengurus mengadakan kunjungan silaturahmi dengan Bupati Buteng, Dr. H. Azhari, S.STP., M.Si di ruang kerjanya pada Rabu (11/02/2026).

Arman, S.Pd saat ini merupakan Ketua PD Pemuda Muhammadiyah Buteng yang terpilih pada Musyawarah Daerah (Musda) tahun 2025 kemarin, dan ditetapkan berdasarkan SK Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Sulawesi Tenggara tertanggal 29 Oktober 2025. Arman terpilih menggantikan Ketua PD Muhammadiyah Buteng sebelumnya Ajuna, S.Pd yang telah berakhir masa jabatannya.

Kunjungan tersebut berkaitan dengan rencana pelantikan Kepengurusan Pemuda Muhammadiyah Buton Tengah yang mengikuti periode Muktamar 2023-2027 yang rencananya akan diselenggarakan di bulan April 2026.

Selain itu, kunjungan tersebut juga guna mendiskusikan rencana untuk menghadirkan Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (Wamen P2MI) yang sekaligus menjabat Ketua Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah periode 2023-2027, Dzulfikar Ahmad Tawalla, S.Pd., M.Ikom, di acara pelantikan Kepengurusan Pemuda Muhammadiyah Buteng pasca lebaran Idul Fitri 1447 H/2026 M mendatang.

"Hari ini alhamdulillah kita sudah berkunjung ke pak Bupati Buton Tengah, Dr. H. Azhari, untuk mendiskusikan rencana kita menghadirkan Ketua Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, pak Dzulfikar Ahmad Tawalla, kebetulan juga hari ini beliau menjabat sebagai Wakil Menteri P2MI, supaya bisa kita singkronkan dengan program Pemda Buteng dalam rangka upaya perlindungan terhadap warga Buton Tengah yang menjadi pekerja migran di luar negeri," ucap Ketua Pemuda Muhammadiyah, Arman, S.Pd saat dikonfirmasi oleh awak Divisi88news.com pada Rabu (11/02/2026).

Arman juga mengungkapkan, sebelum bertemu Bupati Buteng, ia juga telah berkoordinasi dengan Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Sulawesi Tenggara (PWPM Sultra), Burhanuddin Uksbal Daeng Pawallang melalui telepon selulernya.

"Tadi saya juga sudah komunikasi dengan Ketua Pimpinan Wilayah, karena hari ini beliau berangkat ke Jakarta untuk menghadiri undangan retret Kokam. Sekaligus pak Ketua Pimpinan Wilayah juga akan bertemu langsung dengan pak Wamen P2MI untuk mengkomunikasikan agar pak Wamen bisa hadir di acara pelantikan kepengurusan Pemuda Muhammadiyah Buton Tengah bulan April 2026 nanti," ungkapnya.

Di tempat yang sama, Bupati Dr. H. Azhari, S.STP., M.Si juga menyambut baik kunjungan silaturahmi dari Ketua PD Pemuda Muhammadiyah Buteng, sekaligus ia sangat mengapresiasi rencana menghadirkan Wamen P2MI Dzulfikar Ahmad Tawalla di Kabupaten Buton Tengah.

"Saya berterima kasih sekali kalau adik-adik dari Pemuda Muhammadiyah mau menghadirkan Ketua PP Pemuda Muhammadiyah di Buton Tengah, apalagi saat ini beliau menjabat Wamen P2MI, ini suatu kesyukuran juga buat kita di Buton Tengah," ujar Bupati Buteng.

Dr. Azhari juga mengatakan, bahwa kehadiran Wamen P2MI juga bisa disingkronkan dengan program Pemda Buteng untuk peresmian Desa Pekerja Migran.

"Di Desa Madongka dan Kelurahan Boneoge sana banyak pekerja migran. Nanti saya akan sampaikan pak Wamen untuk meresmikan Desa Madongka dan Boneoge sebagai Desa Pekerja Migran di Kabupaten Buton Tengah. Nanti adik-adik dari Pemuda Muhammadiyah tolong tindaklanjuti dan tinggal komunikasikan dengan Kepala Dinas Nakertrans," kata Azhari.

Selain itu kita, Bupati Buteng juga ingin mengusulkan untuk pendirian Yayasan yang dapat mengakomodir anak-anak pekerja migran yang berada di luar negeri, agar mereka bisa bersekolah, meskipun menggunakan standar pendidikan di Indonesia. 

"Kita tau bersama terkadang pekerja migran di Malaysia sana banyak yang tidak resmi, sehingga mereka tidak terlalu bebas lalu lalang, nanti tinggal dikomunikasikan juga dengan pihak provinsi," pungkasnya.

(Anto)

Baca juga:

0Komentar